Press "Enter" to skip to content

KARHUTLA Dan COVID-19, Ancaman Kesehatan Selama Pandemi!!!

milenial 0

Dua bulan lebih belum mendapat kepastian kapan akan berakhirnya pandemi ini, membuat kita merasa bosan dan tak bersemangat lagi. Terutama bagi kalian yang mahasiswa, kulian daring sudah pasti diterapkan entah sampai kapan. Bukan hanya itu saja, perekonomian, kesehatan dan masih banyak lagi yang akan memperburuk keadaan.

Berbagai hal telah Pemerintah siapkan untuk menangani hal ini. Mulai dari work from home, social distancing hingga bantuan sosial sudah diberlakukan kepada masyarakat. Tetapi ternyata, upaya Pemerintah masih belum bisa mengusir virus ini.

 Belum selesai dengan pandemi ini, kini muncul ancaman lagi yang tak bisa dianggap sepele. Perihal hutan yang semakin berkurang ditiap tahunnya kini berada dalam masalah yang berat. Penyebab berkurangnya hutan Indonesia disebabkan oleh adanya KARHUTLA. Timbulnya karhutla bisa saja terjadi karena kesengajaan atau tidak. Dilansir dari situs resmi KBR Ruang Publik pada tanggal 13 Juni 2020, hampir 99% pembakaran  hutan disebabkan oleh kesengajaan pihak yang tidak bertanggung jawab. Karhutla tersebut di manfaatkan untuk pembukaan lahan seperti pemukiman penduduk, dll.

Untuk saat ini kita harus jeli melihat fakta, diawal musin kemarau 2020 ini BMKG mewanti-wanti bahwa kasus karhutla berpotensi meluas di puncak musim kemarau, yang diprediksi akan terjadi pada Juli-Agustus 2020.

Hal tersebut bisa menjadi kenyataan atau hanya mimpi buruk tergantung dari bagaimana penanganan selanjutnya oleh Pemerintah pusat dan Daerah. Jika Pemerintah menganggap hal ini sepele maka kemungkinan besar Perekonomian Indonesia akan semakin melemah dan hancur, karena dampak yang ditimbulkan bukan hanya hilangnya hutan saja tetapi lebih dari itu.

Permasalahannya berawal  dari dampak yang ditimbulkan oleh Karhutla itu sendiri. Dimana untuk saat ini bisa menjadi beban ganda bagi pemerintah ditengah penanganan pandemi covid-19. Dampak terbesarnya akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat sekitar tempat kejadian. Dan bahkan dalam podcast ruang publik KBR dijelaskan bahwa udara buruk yang dihasilkan dari karhutla ini bisa menjadi faktor terpaparnya covid-19. Bisa jadi untuk angka positif pasien yang terkena covid-19 meningkat lebih jauh, karena kekebalan tubuh mereka yang sangat rendah.

Perihal udara saat ini yang kaya akan polusi, ditambah dengan adanya virus covid-19 sudah cukup memperburuk perekonomian dan kesehatan masyarakat. Maka dari itu, jangan sampai karhutla ditengah musim kemarau yang telah melanda ini memperburuk situasi saat ini.

Saya sudah berbagi pengalaman soal perubahan iklim. Anda juga bisa berbagi dengan mengikuti lomba blog “Perubahan Iklim” yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio) dan Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN). syaratnya, bisa Anda lihat disini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *